Recent Blog Post

New Post!



  •        Pancasila sebagai entitas bangsa yakni sebagai sesuatu yang memiliki keberadaan unik dan berbeda. Pancasila sebagai entitas bangsa Indonesia telah memiliki ciri khas tersendiri yakni terdapat keberagaman nilai yang terkandung di dalamnya. Pancasila sebagai identitas nasional memiliki arti yakni Pancasila merupakan ciri khas nasional dari bangsa Indonesia yang menjadikan jati diri bagi bangsa Indonesia. Tanpa Pancasila sebagai identitas nasional, Indonesia akan kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang besar sekaligus bangsa yang majemuk (Nurkhotimah et al, 2024). Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup yang mengakar dalam setiap aspek kehidupan bangsa, termasuk pendidikan.

           Proses pembelajaran yang saya idamkan sesuai dengan Pancasila sebagai pondasi pendidikan Indonesia. Pertama, pembelajaran yang sesuai nilai-nilai yang ada pada Pancasila. Pancasila adalah dasar negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks pembelajaran, nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam setiap aspek kegiatan belajar-mengajar. Kedua, pembelajaran harus kontekstual dan berbasis budaya lokal. Pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching). Dengan pendekatan CRT, peserta didik dapat mengenal budaya lokal dan dapat mengaitkan pembelajaran yang dilakukan dengan budaya lokal. Pembelajaran menjadi lebih menarik dan peserta didik lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Ketiga, pembelajaran harus berorientasi pada keberagaman. Indonesia adalah negara dengan keberagaman agama, suku, dan budaya. Proses pembelajaran harus mencerminkan penghargaan terhadap keberagaman ini dengan cara menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan bebas diskriminasi. Keempat, menggunakan teknologi untuk untuk mendukung pembelajaran berbasis Pancasila. Tentu saja penggunakan teknologi akan mempermudah guru dalam mengajar. Selain itu, pembelajaran menggunakan teknologi akan menjadi lebih menarik. Kelima, penguatan karakter melalui proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). Tentu saat ini kegiatan P5 secara umum masih perlu dikaji kembali. Namun, menurut saya banyak hal-hal positif yang didapatkan dari kegiatan P5 ini sehingga kegiatan P5 harus dimaksimalkan kembali dalam hal implementasinya.

           Berikut beberapa contoh implementasi yang dapat diterapkan selama pembelajaran. Pertama, guru dan peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan di awal pembelajaran. Kedua, lagu daerah digunakan sebagai ice breaking. Ketiga, guru memasukan budaya lokal ke dalam materi ajar. Keempat, permasalahan yang diberikan kepada peserta didik lebih kontekstual sesuai dengan latar belakang budaya peserta didik. Kelima, guru atau peserta didik menggunakan pakaian adat selama proses pembelajaran. Keenam, guru memberikan video motivasi yang berkaitan dengan nasionalisme. Ketuju, guru melibatkan masyarakat ke dalam pembelajaran agar pembelajaran lebih kontekstual dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta didik juga dilatih untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

           Dengan menjadikan Pancasila sebagai fondasi, proses pembelajaran ini diharapkan mampu untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga berkarakter kuat, menjunjung nilai-nilai bangsa, dan siap berkontribusi dalam pembangunan Indonesia yang lebih baik.

    Daftar Rujukan
    Nurkhotimah, R., Angreska, R., Dewi, R. O., Aulia, R. Y., & Anjani, R. (2024). Pancasila Sebagai Entitas dan Identitas Bangsa Indonesia dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dan Pembelajaran yang Berpusat Pada Peserta Didik Di SDN 73 Kota Jambi. Journal Of Social Science Research, 3650-3660.

    Proses Pembelajaran yang sesuai dengan Pancasila sebagai Fondasi Pendidikan Indonesia



  •        Pancasila adalah dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia yang di rumuskan oleh para pendiri bangsa karena bangsa Indonesia sangat beragam. Sebagai entitas, pancasila terdiri dari lima sila yang menjadi pedoman hidup manusia Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Adapun kelima sila tersebut adalah pertama, ketuhanan yang maha esa. Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab. Ketiga, persatuan Indonesia. Keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Kelima, keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, terdapat 45 butir pansila yang digunakan sebagai penghayatan dan pengamalan Pancasila. Sebagai identitas, Pancasila mencermintan karakteristik khas manusia Indonesia yang menjunjung nilai religious, kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan. Pancasila menjadi perekat dalam keberagaman budaya, suku, agama, dan bahasa yang ada di Indonesia.

           Profil Pelajar Pancasila adalah karakter-karakter diharapkan dimiliki peserta didik sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada Pancasila. Terdapat enam profil pelajar Pancasila, yaitu beriman bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga berkarakter kuat.

           Untuk menjadikan Pancasila sebagai fondasi pendidikan Indonesia, pertama, dapat dilakukan dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikum seperti memperbanyak kegiatan keagamaan, melakukan kegiatan kemanusian, menyanyikan lagi kebangsaan, mengedepankan musyawarah dalam pengambilan keputusan, dan menjunjung tinggi keadilan . Kedua, Guru juga dapat menjadi teladan yang baik dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di sekolah. Ketiga, guru dapat memberikan pembelajaran yang kontekstual yang berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Keempat, guru melibatkan masyarakat ke dalam pembelajaran sehingga peserta didik mengetahui bahwa nilai-nilai Pancasila sudah diterapkan ke dalam masyarakat.

    Pancasila Sebagai Fondasi Pendidikan Indonesia



  •        Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, nilai-nilai kearifan lokal, dan keberagaman. Oleh karena itu, proses pembelajaran di Indonesia harus mencerminkan identitas manusia Indonesia, yang meliputi nilai-nilai Pancasila, budaya gotong royong, dan keberagaman.

           Proses pembelajaran yang saya idamkan sesuai dengan identitas manusia Indonesia. Pertama, pembelajaran yang sesuai nilai-nilai yang ada pada Pancasila. Pancasila adalah dasar negara yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks pembelajaran, nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam setiap aspek kegiatan belajar-mengajar. Kedua, pembelajaran harus kontekstual dan berbasis budaya lokal. Pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching). Dengan pendekatan CRT, peserta didik dapat mengenal budaya lokal dan dapat mengaitkan pembelajaran yang dilakukan dengan budaya lokal. Pembelajaran menjadi lebih menarik dan peserta didik lebih termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Ketiga, pembelajaran harus berorientasi pada keberagaman. Indonesia adalah negara dengan keberagaman agama, suku, dan budaya. Proses pembelajaran harus mencerminkan penghargaan terhadap keberagaman ini dengan cara menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan bebas diskriminasi.

           Berikut beberapa contoh implementasi yang dapat diterapkan selama pembelajaran. Pertama, guru dan peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan di awal pembelajaran. Kedua, lagu daerah digunakan sebagai ice breaking. Ketiga, guru memasukan budaya lokal ke dalam materi ajar. Keempat, permasalahan yang diberikan kepada peserta didik lebih kontekstual sesuai dengan latar belakang budaya peserta didik. Kelima, guru atau peserta didik menggunakan pakaian adat selama proses pembelajaran. Keenam, guru memberikan video motivasi yang berkaitan dengan nasionalisme. Ketuju, guru melibatkan masyarakat ke dalam pembelajaran agar pembelajaran lebih kontekstual dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta didik juga dilatih untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

           Proses pembelajaran yang sesuai dengan identitas manusia Indonesia adalah pembelajaran yang berbasis nilai-nilai Pancasila, berbasis budaya lokal, dan penghargaan terhadap keberagaman. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini, pendidikan di Indonesia tidak hanya mencetak individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berjiwa kebangsaan.

    Proses Pembelajaran yang sesuai dengan Identitas Manusia Indonesia

  • - Copyright © 2013 Slematika - Powered by Blogger -