Recent Blog Post



  •       Setiap tanggal 2 Mei kita memperingati hari pendidikan nasional yang diambil dari hari kelahiran Ki Hajar Dewantara. Sejak muda Ki Hajar berani menentang pemerintah kolonial Belanda bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo, ia mendirikan Indische Partij pada tahun 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. Akibat kritiknya pada pemerintah Belanda. Dalam tulisan “Seandainya Aku Seorang Belanda” Ki Hajar diasingkan ke Pulau Bangka. Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo membela sahabat mereka. Sehingga akhirnya 3 serangkai ini diasingkan bersama sama ke negeri Belanda. Masa pengasingan di Belanda dimanfaatkan Ki Hajar untuk mendalami dunia pendidikan dan pengajaran. Pada tahun 1919, Ki Hajar kembali ke tanah air dan terus mengkritik pemerintahan kolonial Belanda lewat tulisan-tulisannya. Akibatnya, ia pun sering keluar masuk penjara. Tanggal 3 juli 1922 Ki Hajar mendirikan lembaga pendidikan taman siswa di Yogjakarta. Sejak saat itu, Suwardi Suryaningrat memakai nama Ki Hajar Dewantara. Anak anak dari semua kalangan baik ningrat maupun rakyat biasa bisa bersekolah di Taman Siswa. Perguruan ini memiliki semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo. Ing Madyo Mangun Karso Tut Wuri Handayani. Artinya. Di depan memberi contoh di tengah membangun semangat dan di belakang memberi dorongan. Prinsip ini berlaku untuk semua pamong atau guru dan murid di taman siswa. Teladan yang bisa diambil dari perjuangan Ki Hajar Dewantara bahwa kita harus terus bergerak. Kita harus berpegang teguh pada pripsip yang kita yakini dan terus berjuang pantang menyerah. Pada saat kita dihadapkan pada musibah, kita harus bisa melihat apakah ada hikmah yang dapat kita ambil dari musibah tersebut. Kita harus selalu berfikir positif dalam menghadapi permasalahan hidup. Dalam mencapai tujuan tertentu, kita harus mencoba bekerja sama dengan orang lain untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Guru di Indonesia harus meneruskan perjuangan Ki Hajar Dewantara dengan menerapkan Filosofi Belajar beliau. Guru di depan harus bisa memberikan contoh yang baik pada peserta didik. Guru di tengah harus bisa membangun semangat belajar peseta didik. Guru di belakang harus bisa memberi dorongan kepada peserta didik agar menjadi pembelajar sepanjang hayat.

          Perkembangan kurikulum di Indonesia sangat dinamis mengikuti perkembangan zaman. Kurikulum 1947 lebih menekankan pada karakter peserta didik, untuk menanamkan rasa kebangsaan yang kuat pada peserta didik. Kurikulum 1952 lebih menonjolkan bahwa setiap mata pelajaran harus berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat, serta harus dapat membangun kesadaran diri sebagai bangsa Indonesia. Pada Kurikulum 1964, pendidikan lebih dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, dan kesehatan jasmani. Mata. Kurikulum 1968, pelajaran lebih bersifat teoritis, dan tidak selalu mengaitkan dengan kehidupan nyata di masyarakat. Kurikulum 1975 lebih menekankan pada pembelajaran yang efektif dan efisien. Kurikulum 1984 siswa tidak lagi ditempatkan sebagai objek dalam pembelajaran, tetapi ditempatkan sebagai subjek belajar. Kurikulum 1994 memberi banyak penambahan pelajaran, terutama materi pelajaran muatan local. Kurikulum 2004 menggunakan pendekatan kontekstual dan integrasi mata Pelajaran. Kurikulum 2013 kurikulum Berbasis Kompetensi dan Pendekatan Saintifik. Kurikulum Merdeka Belajar bertujuan untuk memperbaharui sistem pendidikan Indonesia agar lebih responsif terhadap perubahan zaman dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan global. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang paling cocok diterapkan di pendidikan Indonesia sekarang dan masa mendatang.

    ANALISIS KRITIS PERJALANAN PENDIDIKAN NASIONAL

  •       Pengalaman yang membuat saya menjadi rindu bersekolah adalah momen kebersamaan saya dengan teman-teman ketika saya mengikuti organisasi OSIS dan Pramuka. Selain itu, momen saat saya mengikuti berbagai macam lomba bersama guru pendamping juga membuat saya rindu bersekolah. Peristiwa yang membuat saya merasa berkembang dan belajar sebagai seorang pembelajar adalah pada saat saya berhasil menjuarai OSN Matematika SMP Tingkat Kabupaten Pemalang dan saya lanjut mengikuti OSN ke Tingkat Provinsi. Pak Min merupakan sosok guru Fisika idola saya. Saya mengidolakannya karena Pak Min guru yang dekat dengan siswa tetapi beliau tidak kehilangan wibawanya sebagai seorang guru. Beliau selalu asik ketika mengajar dan punya cara-cara kreatif saat mengajar ke siswa. Proses belajar yang di dalamnya terdapat motivasi-motivasi yang berdampak dalam kehidupan sehari-sehari. Pada saat kuliah, salah seorang dosen di setiap akhir perkuliahan selalu memberikan motivasi-motivasi kepada mahasiswanya dan menurut saya motivasi tersebut berdampak terhadap saya sampai saat ini. Jadi, di dalam kelas, kita tidak hanya mengajar melainkan kita juga memberikan motivasi ke peserta didik. Karena seorang guru bermanfaat untuk banyak orang. Saya ingin bermanfaat untuk banyak orang. Saya menjadi guru yang berpihak pada peserta didik dengan cara saya dekat dengan peserta didik. Ketika saya dekat dengan peserta didik dan berhasil masuk ke dunianya, saya yakin peserta didik akan lebih terbuka tentang dirinya dan seorang guru dapat tahu langkah yang tepat untuk menuntun dia dalam mengembangkan minat dan bakatnya.

          Saya menjadi guru karena saya ingin memiliki profesi yang bermanfaat untuk banyak orang. Oleh karena itu, saya harus menggali konsep-konsep yang ada dalam fiilosofi pendidikan ini agar saya dapat memaknai dan menghayati peran saya sebagai seorang pendidik yang bermanfaat untuk murid-murid saya nanti. Saya yakin setelah saya belajar mengenai Mata Kuliah Filosofi Pendidikan Nasional, saya dapat memiliki cara pandang yang lebih baik mengenai bagaimana mendidik siswa dengan baik. Seorang guru harus bisa menuntun peserta didik agar suatu saat nanti mereka menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat.

          Strategi saya dalam mempelajari Mata Kuliah ini adalah pertama, saya harus meluruskan niat saya terlebih dahulu bahwa saya ingin menjadi pendidik yang baik. Kedua, saya tidak boleh menunda-nunda waktu dalam mengerjakan tugas apapun yang diberikan kepada saya. Ketiga, saya harus bisa membagi waktu dan menentukan skala prioritas. Hal-hal yang dibutuhkan agar saya dapat mempelajari mata kuliah ini dengan baik yaitu kesabaran, ketekunan, do’a, motivasi diri, dukungan moril dan materil.

          Langkah-langkah konkrit yang dibutuhkan untuk mempelajari mata kuliah ini dengan baik adalah pertama, saya harus mempersiapan apa yang dibutuhkan sebelum mengikuti mata kuliah ini seperti laptop dsb. Kedua, saya harus mempelajari terlebih dahulu topik yang akan diajarkan di LMS sebelum kelas di mulai, sehingga pada saar di kelas saya mendapatlan pemahaman yang lebih baik. Ketiga, saya harus selalu fokus di dalam kelas dan memahami apa yang disampaikan oleh dosen. Keempat, saya harus selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen sebaik mungkin. Kelima, saya mengkaji kembali apa yang saya pelajari di LMS dan di kelas, kemudian saya mencoba menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran yang akan saya lakukan nantinya. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan mata kuliah ini adalah satu semester. Namun, waktu yang dibutuhkan untuk selalu merefleksikan diri sendiri dalam mempelajari filosofi pendidikan adalah sepanjang hayat.

    Aku Ingin Menjadi Guru Profesional

  •     Pernahkah kalian mendengar syair di atas ? Beberapa dari kalian mungkin pernah mendengar syair di atas. Saya mendengar syair di atas ketika saya masih mengaji di majelis ta’lim. Guru ngaji saya mengajarkan syair tersebut. Sya’ir di atas termuat dalam kitab ta’limul muta’allim.
        Sya’ir tersebut berbunyi ‘Alala tanalul ilma illa bisittatin,saumbika an majmu iha bibayani, dzaka’in, wa khirsin, was tikbarin,wa bulghotin, wa irsyadi ustadzin, wa tuli zamani’ artinya ‘Ilinga gak khasil ilmu anging nem perkara,bakal tak critake kumpule nganti pertelo, rupa limpat, lobo, sabar, ana sangune, lan piwulange guru lan sing suwe mangsane.’ Dalam kitab tersebut, arti sya’ir tersebut hanya dalam bahasa jawa kuno. Sya’ir tersebut kurang lebih mempunyai arti : Ingatlah ! kalian tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat kecuali dengan enam syarat :
    1)    Dzaka’in = limpat yang berarti ‘cerdas’
    Guru ngaji saya mengatakan bahwa ‘setiap orang cerdas’. Ada pepatah mengatakan ‘tidak ada orang bodoh,hanya ada orang yang malas’ atau ‘rajin pangkal pandai’. Jadi, setiap orang pasti memiliki syarat ini.
    2)    Khirsin = lobo yang berarti ‘semangat’
    Kalian tidak akan mendapatkan ilmu jika kalian tidak semangat. Kalian harus memiliki semangat kuliah atau sekolah atau ngaji. Inti dari kalimat tersebut adalah semangat belajar. Jika kalian semangat, teman-teman kalian juga pasti akan semangat. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina ! Intinya semangat ! Selain itu, lobo juga memiliki  arti ‘bersungguh-sungguh’. Kalian harus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Seorang dosen pernah mengatakan ‘tidak 100 persen sama dengan nol persen’. Jangan melakukan hal setengah-setengah ! Kalian harus melakukan setiap hal 100 persen.
    3)    Istikbarin = sabar yang berarti sabar
    Syarat yang ketiga adalah sabar. Kalian harus sabar dalam menuntut ilmu. Ketika kalian menuntut ilmu,kalian pasti mendapatkan berbagai macam cobaan dan mendapatkan berbagai macam permasalahan.  ‘Allah tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan umatnya’. Jadi, bersabarlah dalam menuntut ilmu !
    4)    Bulghotin = ana sangu yang berarti ada biaya atau modal
    Syarat yang keempat adalah biaya. Pepatah mengatakan ‘uang bukan segalanya tetapi segalanya membutuhkan uang’. Ada orang juga mengatakan ‘buang air aja harus bayar’. Tidak ada suatu hal yang gratis. Menuntut ilmu pun harus membutuhkan modal. Biaya yang dimaksud adalah biaya dalam arti luas. Hal yang dapat kita lakukan adalah meminimalisiasi biaya yang kita gunakan. Hal yang dapat kita lakukan, seperti puasa senin kamis,meminjam buku di perpustakan atau teman (tidak harus membeli buku), dan hal-hal yang tidak membutuhkan banyak biaya.  Jadi, dalam menuntut ilmu, kalian harus membutuhkan modal.
    5)    Irsyadi ustadzin = piwulange guru yang berarti petunjuk guru
    Syarat kelima adalah ada petunjuk guru. Ada pepatah mengatakan ‘barang siapa belajar tanpa guru maka gurunya adalah syetan’. Menuntut ilmu harus membutuhkan guru yang mengajari. Jika kalian belajar sendiri,kalian bisa sesat. Selain itu, dalam adab menuntut ilmu, kita harus menghormati guru. Meskipun guru kita galak dan banyak sifat guru kita yang tidak kita suka, kita tetap harus menghormati Beliau. Ilmu kita tidak akan bermanfaat jika kita tidak menghormati dan menghargai Beliau.
    6)    Tuli zamani = suwe mangsane yang berarti waktu yang lama
    Syarat keenam adalah waktu yang lama. Menuntut ilmu membutuhkan waktu yang lama. Tidak ada ilmu yang didapat secara instan. Sesuatu yang instan itu tidak baik. Imam Syafi’i pernah mengatakan bahwa ‘Setiap bertambah ilmuku, maka semakin bertambah aku tahu akan kebodohanku’. Jadi, semakin lama kalian menuntut ilmu,semakin kalian tahu bahwa banyak yang belum kalian ketahui.
        Semoga tidak ada kesalahan dalam saya menyampaikan dan sumber yang saya pelajari dapat dipercaya.

    #Semoga bermanfaat
    #Belajar menulis
    #Mohon bantu share yaaa ^_^

    Enam Syarat Mencari Ilmu


  •            Resep rahasia cara belajar yang efektif yaitu dengan menjadi orang yang pandai mengukur kemampuan diri. Apa maksud dari orang yang pandai mengukur kemampuan diri ? Orang yang pandai mengukur kemampuan diri adalah orang yang mengerti batas kemampuan (daya ingat,pemahaman tentang materi,logika dsb) dirinya sendiri. Kunci utamanya adalah pengulangan. Kalian harus mengetahui berapa pengulangan yang harus kalian lakukan agar kalian paham dan ingat dengan suatu materi. Seandainya kalian mengetahui bahawa kalian akan paham dan ingat suatu materi, jika kalian mengulangi membaca dan memahami materi tersebut sebanyak 5 kali, maka kalian harus mengulanginya sebanyak 5 kali. Tidak ada kesuksesan tanpa usaha. Mulailah kenali diri kalian sendiri. Kemapunan setiap orang berbeda-beda. Tidak selalu cara belajar orang lain akan baik jika kalian terapkan. Kenali kemampuan kalian masing-masing. Jika ada materi yang kalian tidak pahami, bertanyalah kepada guru atau teman yang sekiranya dapat membantu. Seorang guru pernah mengatakan bahwa lebih baik malu saat bertanya sekarang daripada malu ketika ditanya tidak bias menjawabnya. Jadi, jadilah orang yang pandai mengukur kemampuan diri. Mulailah kenali diri sendiri dan jadilah orang yang sukses !
    Semoga bermanfaat. ^_^

    #Belajar menulis.

    Resep Rahasia Cara Belajar Efektif

  • - Copyright © 2013 Slematika - Powered by Blogger -